Blog EntryKeledai Yang Bisa MembacaAug 22, '05 9:40 AM
for everyone
Keledai Yang Bisa Membaca

Timur Lenk, penguasa Mongol di Baghdad, mengundang Mullah Nasruddin ke istananya. Raja berkata, "Mullah, kudengar engkau adalah orang terpandai di negeri ini. Jika engkau benar-benar pandai, bisakah engkau mengajar keledai membaca?"
"Daulat Tuanku, berilah hamba waktu 3 bulan. Silahkan Tuan pilihkan kitab yang akan diajarkan dan keledai yang akan diajari."
Timur Lenk memberikan sebuah kitab tebal dan seekor keledai kepada Mullah.

Maka, sejak itu, setiap hari Mullah mengajari keledainya membaca. Diletakkannya selembar jerami di setiap lembar kitab. Dibukanya lembar demi lembar kitab itu di muka si keledai. Demikian terus, hingga acap kali si keledai menghadapi kitab itu, dibukanya lembar demi lembar kitab, dan dimakannya jerami yang ada.
Setelah 3 bulan, Mullah menghadap raja.
"Ayo tunjukkan hasil pengajaranmu," kata raja.
Mullah pun membawa keledainya ke depan raja. Diletakkannya kitab yang biasa dia pakai memberi makan itu di depan muka si keledai.
Si keledai pun membuka lembar pertama kitab. Begitu tidak ditemukannya jemari, maka dia meringkik.
Nasruddin berkata, "Nah, Tuanku, lihat, dia mulai membaca.."
Si keledai membuka lembaran berikutnya. Setiap kali membuka dia meringkik karena tidak ditemukannya jerami seperti biasanya. Dan begitu lembaran kitab habis, dia pun meringkik lebih keras dan lebih lama karena putus asa.
Mullah berkata, "Nah, kini dia menyampaikan kesimpulan dari apa yang sudah dia baca..."
***
Teman-teman, kita mungkin mentertawakan keledai itu. Namun sadarkah bahwa keledai itu mungkin gambaran diri kita?

Berkali-kali kita membaca kitab suci, namun yang keluar dari diri kita bukanlah isi kitab suci itu, melainkan dorongan nafsu kita.

Dari luar, kita terlihat membaca kitab suci, namun yang kita teriakkan adalah kebutuhan-kebutuhan perut kita.
Kita terlihat membaca kitab suci, namun yang kita inginkan adalah pujian orang atas diri kita, tartilnya bacaan kita, indahnya lagu yang kita alunkan.
Kita terlihat membaca kitab suci, sambil kita harapkan pujian orang bahwa kitalah Ahlul-Quran, orang yang dekat dengan Al-Quran.

Kita membaca kitab suci, untuk kita teriakkan bila isinya sesuai dengan pendapat madzhab/golongan kita.
Kita membaca kitab suci, namun bila isinya berbeda dengan pendapat madzhab/golongan kita, kita cari segala macam cara untuk menakwilkannya, dan yang kita teriakkan adalah takwilnya yang sesuai dengan pendapat mazhab/golongan kita.

Demikian pula, bila kita membaca sebuah buku. Kita membaca buku, kita cari hanya yang sesuai dengan madzhab kita. Kita cari hanya lembaran-lembaran yang memperkuat pendapat kita.
Bila kita baca sebuah buku yang tidak sesuai dengan mazhab kita, kritik bertubi-tubi kita lancarkan, hingga kadang mengabaikan kaidah-kaidah akhlaq dan/apalagi logika.
Maka tidak jarang, terbit buku-buku kritik atas buku lain, yang mengedepankan emosi, su'uzhan, dan ashabiyah..

Maka dalam hal ini, kita lebih layak ditertawakan daripada keledai Mullah Nasruddin. 

26 CommentsChronological   Reverse   Threaded
ctimel wrote on Aug 23, '05
Begitu tidak ditemukannya jemari, maka dia meringkik.
jemari siapa nich yang diletakkin di buku ? kalo keledai maunya itu jerami bukan jemari :))

*becanda ding :)*
ctimel wrote on Aug 23, '05
dalam hal ini, kita lebih layak ditertawakan daripada keledai Mullah Nasruddin
membaca jurnal ini mengingatkanku pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad "Sesungguhnya yang paling aku takuti atasmu adalah syirik kecil, yaitu riya beribadah, bukan karena Allah semata melainkan untuk dilihat orang lain."
Astaghfirullahal adzhim .... semoga kita dijaga dari sifat buruk ini

jurnalnya bagus lho :))
bundakirana wrote on Aug 23, '05
ctimel said
jurnalnya bagus lho :))
ehm...ehm...
(punya obat batuk nggak Tim?:-p)
perjalankan wrote on Aug 23, '05
ctimel said
jurnalnya bagus lho :))
nah, pernyataan yang di quote juga bisa membuat penulisnya nanti bangga, lho, lalu nanti bisa membuat jurnal dengan ´tersamar´ riya. tapi aku juga suka muji orang, ney ... (menggaruk-garuk kepala *bingung*)
alifayogananda wrote on Aug 23, '05
ctimel said
kalo keledai maunya itu jerami bukan jemari :))
wah... ada editor nich...
padahal biasanya aku "sok" editor juga...
kena batunya deh...
alifayogananda wrote on Aug 23, '05
ctimel said
jurnalnya bagus lho :))
terima kasih...
komentarnya juga bagus, kok...!
(habis ngutip hadits, sih.. kalau gak dibilang bagus nanti disangka inkar sunnah... hahaha...:p)
alifayogananda wrote on Aug 23, '05
ehm...ehm...
(punya obat batuk nggak Tim?:-p)
kalau ehm..ehm cukup pake Hexos aja... :p
alifayogananda wrote on Aug 23, '05
lalu nanti bisa membuat jurnal dengan ´tersamar´ riya
aku bikin jurnal selalu "riya" kok...
maksudnya... dengan hati "bersuka-riya.."...:p
lelakibiasa wrote on Aug 23, '05, edited on Aug 23, '05
tulisan yang bagus
kadang rasa ego dan sombong dalam diri kita sering muncul tanpa kita sadari, susah memang melawan sifat ini
ctimel wrote on Aug 23, '05
nah, pernyataan yang di quote juga bisa membuat penulisnya nanti bangga, lho, lalu nanti bisa membuat jurnal dengan ´tersamar´ riya. tapi aku juga suka muji orang, ney ... (menggaruk-garuk kepala *bingung*)
semoga yang dipuji tidak tersamar oleh riya yach mas eh mbak Dwi (duuuhh maaf, harus jalan2 ke rumah mbak dwi dulu nich baru tau mas ato mbak) ..:)))

seingat ti2m kita sebagai saudara sebaiknya memberikan ucapan yang menyenangkan, trus kalo kita gak berani muji orang karena takut orangnya riya wah kayaknya harus kembali ke pribadi yang dipuji deh :))


ctimel wrote on Aug 23, '05
ehm...ehm...
(punya obat batuk nggak Tim?:-p)
ada bunda obat batuk tapiiiii masalahnya bukan di batuk tapi jaraknya jauh bow :P
fahmifarhan wrote on Aug 24, '05
emang nasruddin itu hidup jaman apaan sih ? kok tiap penguasa bagdad selalu ada ? apa dia seperti semar yang selalu ada mulai jaman prabu arjuna sasrabahu, sampai ke prabu parikesit...
alifayogananda wrote on Aug 24, '05
ctimel said
seingat ti2m kita sebagai saudara sebaiknya memberikan ucapan yang menyenangkan, trus kalo kita gak berani muji orang karena takut orangnya riya wah kayaknya harus kembali ke pribadi yang dipuji deh :))
insyaallah kalau yang mujinya tulus, yang dipuji juga gak akan jadi riya...
hehehe...
btw, perlu pendapat dari Bunda nan bijak nih...!
alifayogananda wrote on Aug 24, '05
kadang rasa ego dan sombong dalam diri kita sering muncul tanpa kita sadari, susah memang melawan sifat ini
betul, mas...
soalnya aku tulis di sini juga untuk mengingatkan diri sendiri...
alifayogananda wrote on Aug 24, '05
Nasruddin itu semacam Brama Kumbara, dari jaman pra-Majapahit sampai jaman Demak ada terus... :-)))))
seblat wrote on Aug 26, '05
berasa jadi keledai gua.. hahaha.. tengkyu dah diingatkan dengan indah
alifayogananda wrote on Aug 26, '05
seblat said
berasa jadi keledai gua.. hahaha.. tengkyu dah diingatkan dengan indah
terima kasih kembali...
thanks for coming ...
perjalankan wrote on Aug 26, '05
insyaallah kalau yang mujinya tulus, yang dipuji juga gak akan jadi riya...
hehehe...
oh gitu, ya, Kak, baru tahu ...
perjalankan wrote on Aug 26, '05
ctimel said
semoga yang dipuji tidak tersamar oleh riya yach
semoga. Amin.
sacawan wrote on Aug 27, '05
it's nice and good juornal ...I'never read before ......
thank's bangeeet lho mass...jadi ingat hal² kecil,,,,,seppp ..dech ach,,..

bundakirana wrote on Aug 27, '05
btw, perlu pendapat dari Bunda nan bijak nih...!
gw bijak, kagak salah neh?!
[gaya okem mode on]
binimam wrote on Aug 29, '05
Berkali-kali kita membaca kitab suci, namun yang keluar dari diri kita bukanlah isi kitab suci itu, melainkan dorongan nafsu kita.
Itulah pentingnya muhassabah yach, jangan sampai membaca tetapi tidak melewati kerongkongan
alifayogananda wrote on Aug 29, '05
sacawan said
thank's bangeeet l
terima kasih kembali
semoga bermanfaat...:p
alifayogananda wrote on Aug 29, '05
binimam said
jangan sampai membaca tetapi tidak melewati kerongkongan
tepat, itu juga yang sering diingatkan oleh Rasulullah...:-)))
ummiss wrote on Sep 3, '05
Assalamu'alaikum Mas Alifa...sudah lama tidak berguru di rumah ini. Waduh, ketinggalan banyak santri malas ini....
alifayogananda wrote on Sep 7, '05
ummiss said
Assalamu'alaikum Mas Alifa...sudah lama tidak berguru di rumah ini. Waduh, ketinggalan banyak santri malas ini
wa'alaykumussalam
ketinggalan apanya, wong saya tidak lari kemana-mana kok... hehehe...
maaf, saya juga lagi susah on-line nih... sudah seminggu nggak nengok rumah maya...
terima kasih..
salam...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help