Blog EntrySultan Mahmud dan 7 Orang ButaAug 12, '05 8:22 AM
for everyone

Sultan Mahmud dan 7 Orang Buta

 

Sultan Mahmud, raja yang paling bijaksana, mengundang 7 orang buta ke istananya. Dijamunya mereka sebagai tamu raja-raja, dan dibawanya mereka berkeliling taman istana. Di taman, berdiri tegak gajah sang raja, dan kepada ketujuh orang buta, dipersilahkan untuk meraba-raba, agar mereka tahu, gajah itu seperti apa.

Orang pertama berkata, gajah itu panjang dan lentur, seperti ular yang besar, katanya.
Orang kedua berkata, gajah itu runcing seperti pisau, yang panjangnya sehasta.
Orang ketiga menyatakan pendapatnya, gajah adalah benda yang lebar dan kasar, seperti papan tapi agak membulat permukaannya.
Oh, tidak, kata orang keempat. Gajah itu lembut dan luas, bagaikan kipas.
Orang kelima, menyahut sambil tertawa.
Saudara-saudaraku, menurutku gajah itu seperti batang pohon, tegak berdiri kokoh menancap ke tanah.
Kalian semua salah, kata orang keenam. Bagiku, gajah adalah binatang yang kecil panjang, ujungnya seperti cambuk.

Maka masing-masing orang pun bertahan pada pendiriannya, dan saling menyalahkan pendapat orang lain.

Orang ketujuh, yang tidak mendapat kesempatan meraba, mengusulkan agar mereka bersama-sama mendatangi raja, untuk mendengarkan pendapatnya.

Maka raja pun tertawa, dan dengan sabar diterangkan kepada mereka semua. Bahwa yang diraba oleh orang-orang buta itu secara berturut-turut adalah hidung gajah yang disebut belalai, taring gajah yang disebut gading, badan gajah yang besar, telinga gajah, kaki gajah, dan ekornya.

 

Saudara-saudaraku, di jalan kebenaran, kita semua adalah ketujuh orang buta itu.

Masing-masing dari kita hanya mampu meraba sebagian dari kebenaran yang teramat luas. Dan masing-masing kita biasa bersikeras dengan kebenaran yang dapat kita raba semampu kita.

Adakah dari kita yang mampu bersikap bijak, mengajak yang lainnya untuk menemukan kebenaran langsung dari sang Pemilik?

Sebab hanya dengan menemui sang Pemilik-lah, kita dapat memahami keseluruhan kebenaran yang diperdebatkan itu.

Disadur secara amat bebas dari Matsnawi-nya Rumi.


perjalankan wrote on Aug 12, '05
Sebab hanya dengan menemui sang Pemilik-lah, kita dapat memahami keseluruhan kebenaran yang diperdebatkan itu.
karena itu mari kita cari si Pemilik itu ....
ummiss wrote on Aug 12, '05
Maaf Mas Alifa, saya langsung tertawa begitu baca cerita ini. Ingatan saya langsung melayang pada waktu skripsi saya dibombardir seorang dosen saat seminar. Dia bilang, kamu ini seperti orang buta melihat gajah. Karna megang ekornya dst....
alifayogananda wrote on Aug 12, '05
Wah... jadi pernah megang ekor gajah nih?
*bloon mode*
ummiss wrote on Aug 12, '05
Iya, Mas...ekor gajah itu lebar....tipis....Aneh gajah itu ekornya ada dua, kiri dan kanan :-)
bundakirana wrote on Aug 12, '05
ummiss said
Aneh gajah itu ekornya ada dua, kiri dan kanan :-)
oh...jadi yg lebar en tipis kiri-kanan itu ekor gajah toh? dikirain itu kakinya...
fahmifarhan wrote on Aug 14, '05

Sultan Mahmud dan 7Orang Buta

 

Sultan Mahmud, raja yang paling bijaksana,mengundang 7 orang buta ke istananya. Dijamunya mereka sebagai tamu raja-raja,dan dibawanya mereka berkeliling taman istana. Di taman, berdiri tegak gajahsang raja, dan kepada ketujuh orang buta, dipersilahkan untuk meraba-raba, agarmereka tahu, gajah itu seperti apa.

Orang pertama berkata, gajahitu panjang dan lentur, seperti ular yang besar, katanya.
Orang kedua berkata, gajahitu runcing seperti pisau, yang panjangnya sehasta.
Orang ketiga menyatakanpendapatnya, gajah adalah benda yang lebar dan kasar, seperti papan tapi agakmembulat permukaannya.
Oh, tidak, kata orang keempat.Gajah itu lembut dan luas, bagaikan kipas.
Orang kelima, menyahutsambil tertawa.
Saudara-saudaraku, menurutku gajahitu seperti batang pohon, tegak berdiri kokoh menancap ke tanah.
Kalian semua salah, kata orangkeenam. Bagiku, gajah adalah binatang yang kecil panjang, ujungnya seperticambuk.

Maka masing-masing orang punbertahan pada pendiriannya, dan saling menyalahkan pendapat orang lain.

Orang ketujuh, yang tidakmendapat kesempatan meraba, mengusulkan agar mereka bersama-sama mendatangiraja, untuk mendengarkan pendapatnya.

Maka raja pun tertawa, dan dengansabar diterangkan kepada mereka semua. Bahwa yang diraba oleh orang-orang butaitu secara berturut-turut adalah hidung gajah yang disebut belalai, taringgajah yang disebut gading, badan gajah yang besar, telinga gajah, kaki gajah,dan ekornya.

 

Saudara-saudaraku, di jalankebenaran, kita semua adalah ketujuh orang buta itu.

Masing-masing dari kita hanya mampumeraba sebagian dari kebenaran yang teramat luas. Dan masing-masing kita biasabersikeras dengan kebenaran yang dapat kita raba semampu kita.

Adakah dari kita yang mampubersikap bijak, mengajak yang lainnya untuk menemukan kebenaran langsung darisang Pemilik?

Sebab hanya dengan menemui sangPemilik-lah, kita dapat memahami keseluruhan kebenaran yang diperdebatkan itu.

Disadur secara amat bebasdari Matsnawi-nya Rumi.

Sebab hanya dengan menemui sang Pemilik-lah, kita dapat memahami keseluruhan kebenaran yang diperdebatkan itu.

mau sih.... tapi tar dulu lah... pengen liat anak gede dulu :)
fahmifarhan wrote on Aug 14, '05
sorry yah... blon bisa ngequote yang bener
alifayogananda wrote on Aug 22, '05
oh...jadi yg lebar en tipis kiri-kanan itu ekor gajah toh? dikirain itu kakinya...
bunda ini bilang aku tukang plesetan, tahunya dia sendiri tukang kejeblos (lebih parah dari kepleset...) hehehe...:p
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help