Blog EntryKamu juga benar...!Aug 12, '05 8:10 AM
for everyone

Kamu Juga Benar..!

Alkisah, Mullah Nasrudin Hoja menjadi hakim untuk sebuah masalah.

Pada kali pertama, sang penggugat menyatakan tuntutannya, sambil mengemukakan bukti-bukti dan argumentasinya.

Mullah, menyimaknya, dan berkata, “Kamu benar..!”

Berikutnya, sang tergugat menyatakan pembelaannya. Dikemukakannya semua bukti dan argumentasi untuk mematahkan tuntutan.

Mullah, menyimaknya, dan berkata, “Kamu juga benar..”

Istri Mullah, yang berada didekat tempat persidangan, merasa heran atas perkataan Mullah, dan memprotesnya, “Bagaimana mungkin kedua-duanya benar? Salah satu dari mereka pasti benar..!”

Mullah, mengangguk kepada istrinya, dan berkata, “Kamu pun benar..!”

Anekdot di atas dapat ditemukan dalam banyak kisah jenaka Nasruddin Hoja.

Adapun kita semua, masing-masing terwakili oleh satu orang dari orang-orang dari kisah di atas.

Ada di antara kita yang bersikeras untuk selalu menggugat keyakinan orang lain, tata cara ibadahnya, aqidahnya, pandangan hidupnya, dsb.

Lantas yang digugat akan berposisi mempertahankan diri, melakukan justifikasi dan pembenaran-pembenaran atas apa yang diperbuat, diyakini, atau dipeluknya.

Salah seorang lagi akan berperan sebagai istri Mullah, meskipun bukan hakim, tapi bersikap seolah-olah hakim yang memutuskan bahwa salah satu pasti benar dan yang lain pasti sesat.

Dan satu orang yang tersisa akan menjadi Mullah Nasruddin, saat dia berkata, “Kalian semua benar..”

Siapakah, Anda?

14 CommentsChronological   Reverse   Threaded
bundakirana wrote on Aug 12, '05
kalo semua benar, nggak perlu ada fatwa ulama dong?
*pertanyaan iseng*
perjalankan wrote on Aug 12, '05
Siapakah, Anda?
saya yang jadi Mullah Nasrudin Hoja aja, deh .... :)))
alifayogananda wrote on Aug 12, '05
kalo semua benar, nggak perlu ada fatwa ulama dong?
ulama pun ada yang jadi penggugat, ada yang jadi tergugat, ada yang berperan sbg istri Mullah, dan juga Nasruddin..
hehehe...
*mencoba sok konsisten dengan teori..*
ummiss wrote on Aug 12, '05, edited on Aug 12, '05
Siapakah, Anda?
Pernah jadi ke 4 nya dalam waktu yang berbeda2 Mas. Pernah sok pinter bilangin orang lain salah *kayak si penuntut*, pernah ngotot waktu diajarin orang bahwa saya salah *kayak si tertuduh*, pernah sok jadi pengamat sehingga berusaha membenarkan yang satu, menyalahkan yang lain *kayak istri NH*, pernah jadi NH saat anak2 sedang rame dan ngadu ke Mama...Mama yang lagi baca jurnalnya Om Alifa mau urusan cepat selesai langsung menjawab: ya...kalian semua benar :-)
Kalau Mas Alifa yang mana?
*boleh kan balik nanya*
alifayogananda wrote on Aug 12, '05
ummiss said
alau Mas Alifa yang mana?
*boleh kan balik nanya*
kalau lagi jadi orang awam, ya karena nggak tahu mau bilang apa, ya udah bilang aja bener semua.
cuma beberapa teman sering menuduh saya 'terlalu Nasruddin'.
Ada dua sisi Nasrudin,
  1. sufi
  2. gila

lha saya cuma dari sisi 'gila'-nya.
orang 'gila' kan nggak berhak mengadili, jadi we.. jatuhnya nomor 4 juga... hehehe...
ummiss wrote on Aug 12, '05, edited on Aug 12, '05
kalau lagi jadi orang awam, ya karena nggak tahu mau bilang apa, ya udah bilang aja bener semua.
Saya mau protes nih :-) Nah lho!
Mas Alifa katanya kan konsisten ama apa yang ditulis... hayoooo, orang yang pisau analisa di kepalanya sudah mengkilap, mempertanyakan kebenaran yang ada di depannya, kata Mas Alifa tidak boleh lagi mengaku dirinya orang awam...
*sambil nyari2 di jurnal yang mana ya...*
perjalankan wrote on Aug 12, '05
sufi
kak Ali kan sufi .... = suka film ... Hayo ngaku ....
perjalankan wrote on Aug 12, '05
ummiss said
orang yang pisau analisa di kepalanya sudah mengkilap, mempertanyakan kebenaran yang ada di depannya, kata Mas Alifa tidak boleh lagi mengaku dirinya orang awam...
kak Ali emang orang awam, kok, Mbak ..... :))) ...... buktinya masih di ´bumi´ ....
ummiss wrote on Aug 12, '05, edited on Aug 12, '05
kak Ali emang orang awam, kok, Mbak ..... :))) ...... buktinya masih di ´bumi´ ....
Itu kalo definisinya orang awam seperti di atas dek.*jadi tertuduh yang defense* Kalo definisinya seperti yang dibuat Mas Alifa di jurnal sebelumnya...*berubah jadi penuntut*
ha..ha..ha... enak juga ya, udah dikasih elmu ini. kalo ngomong sekarang udah tau berperan sebagai apa :-)
perjalankan wrote on Aug 12, '05
ummiss said
ha..ha..ha... enak juga ya, udah dikasih elmu ini. kalo ngomong sekarang udah tau berperan sebagai apa :-)
asal jangan keterusan nerapin ke orang lain .... hahahaha ....
alifayogananda wrote on Aug 12, '05
ummiss said
Saya mau protes nih :-) Nah lho!
Mas Alifa katanya kan konsisten ama apa yang ditulis... hayoooo, orang yang pisau analisa di kepalanya sudah mengkilap, mempertanyakan kebenaran yang ada di depannya, kata Mas Alifa tidak boleh lagi mengaku dirinya orang awam...
*sambil nyari2 di jurnal yang mana ya...*
makanya ada kata: kalau lagi jadi.
Jadi kadang-kadang awam, kadang-kadang tidak. Walaupun lebih sering awamnya .... pengakuan saya di Sulitnya jadi orang awam itu memang pengalaman pribadi, kok...
Jadi apakah nanti ada keterangan: AWAM MODE ON atau AWAM MODE OFF?
Lagian si Nasruddin dalam episode ini kan memang sedang berperan jadi orang awam, yang karena bingung oleh argumentasi yang simpang-siur ke sana kemari, ya udah, mending dibenerin semua aja....hehehe....
perjalankan wrote on Aug 12, '05
yang karena bingung oleh argumentasi yang simpang-siur ke sana kemari, ya udah, mending dibenerin semua aja....hehehe....
biar gak terus-terusan bingung jadi apa yang harus di lakukan lebih lanjut?
fahmifarhan wrote on Aug 14, '05
gimana kalau semua disalahkan sama nasruddin ??
alifayogananda wrote on Aug 16, '05
gimana kalau semua disalahkan sama nasruddin ??
ya berarti dia bukan Nasruddin... :p
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help