Kamu Juga Benar..!
Alkisah, Mullah
Nasrudin Hoja menjadi hakim untuk sebuah masalah.
Pada kali
pertama, sang penggugat menyatakan tuntutannya, sambil mengemukakan bukti-bukti
dan argumentasinya.
Mullah,
menyimaknya, dan berkata, “Kamu benar..!”
Berikutnya, sang
tergugat menyatakan pembelaannya. Dikemukakannya semua bukti dan argumentasi
untuk mematahkan tuntutan.
Mullah,
menyimaknya, dan berkata, “Kamu juga benar..”
Istri Mullah,
yang berada didekat tempat persidangan, merasa heran atas perkataan Mullah, dan
memprotesnya, “Bagaimana mungkin kedua-duanya benar? Salah satu dari mereka
pasti benar..!”
Mullah,
mengangguk kepada istrinya, dan berkata, “Kamu pun benar..!”
Anekdot di atas
dapat ditemukan dalam banyak kisah jenaka Nasruddin Hoja.
Adapun kita
semua, masing-masing terwakili oleh satu orang dari orang-orang dari kisah di
atas.
Ada di antara
kita yang bersikeras untuk selalu menggugat keyakinan orang lain, tata cara
ibadahnya, aqidahnya, pandangan hidupnya, dsb.
Lantas yang
digugat akan berposisi mempertahankan diri, melakukan justifikasi dan
pembenaran-pembenaran atas apa yang diperbuat, diyakini, atau dipeluknya.
Salah seorang
lagi akan berperan sebagai istri Mullah, meskipun bukan hakim, tapi bersikap
seolah-olah hakim yang memutuskan bahwa salah satu pasti benar dan yang lain
pasti sesat.
Dan satu orang
yang tersisa akan menjadi Mullah Nasruddin, saat dia berkata, “Kalian semua
benar..”
Siapakah, Anda?