Ustadz Fajruddin Muhtar pernah bercerita dalam pengajianya sbb:
Suatu hari, seorang murid bertanya kepada mursyid-nya, "Ustadz, bagaimana caranya agar dapat mimpi ketemu Rasulullah saw?"
Sang Mursyid menjawab, "Setelah kamu shalat ba'da Isya, menjelang tidur, makanlah kamu sekenyang-kenyangnya, tapi jangan minum setetes air-pun..."
Si murid, heran, bertanya, "Semudah itukah, Ustadz?"
Kata sang Mursyid, "Benar...kerjakan saja apa yang aku suruh.."
Dus, malam harinya si murid benar-benar melakukan apa yang disuruh
Mursyid-nya. Dan keesokan harinya, dia menjumpai mursyidnya sambil
marah-marah...
"Ustadz, gimana sih? Hampir saja saya mati kehausan... Sedemikian hausnya, semalam-malaman hampir tidak bisa tidur, bahkan sempat tidur sekejap pun, bukannya ketemu Rasul saw, yang masuk ke mimpi hanya air, air, air, dan air melulu..."
Kata Sang Ustadz sambil tersenyum...
"Begitulah keadaannya bila kamu ingin bertemu dengan Rasulullah saw. Jika
kamu haus amat sangat terhadap air/minum, maka yang masuk ke mimpimu
tentu saja air/minum. Maka jika kamu ingin mimpi bertemu Rasul saw,
hauskanlah dirimu akan Nabimu. "
"Jika kerinduanmu kepada Beliau belum mencapai taraf kehausan yang
sangat, jangan harap kau akan bertemu Beliau dalam mimpimu. Apalagi
jika dirimu masih saja haus akan dunia, tentunya hanya dunia-lah yang
akan selalu muncul dalam dirimu..."
 | Ali, aku inget istilisah yang dulu sering dikumndangkan oleh gankmu yakni gaya hidup "sufi okem". Kalau lihat tulisanmu, kayaknya udah agak deket-deket dengan gaya itu. Jangan merasa dipuji dulu, maksudnya bukan sufinya tapi okemnya. Eniwei, good writing lah, why dont you post it to a newspaper. |
 | saya pernah denger cerita ini! tapi kalo yang saya denger agak beda..
muridnya disuruh makan garam banyak2 dan ga boleh minum.. hihihi.. lebih berat jadinya :P |
| |