Blog EntryMengapa Harus Berbeda (3)Aug 1, '05 6:47 AM
for everyone
***

Perjalanan membawa dia ke bangku kuliah. Aktivitas di masjid kampus mengenalkannya pada dunia pemikiran Islam, Tasawuf dan Filsafat. Buku-buku tasawuf memperkenalkannya pada Al-Ghazali, Ibnu Arabi, Al-Muhasibi, Al-Khusyairi, dsb. Buku-filsafat menghadirkan Ibnu Sina, Muthahhari, Ali Syariati, Fazlur Rahman, Al-Faruqi, dsb. Buku-buku pemikiran Islam membawa Emha Ainun Najib, Nurcholis Majid, Amin Rais, Jalaluddin Rakhmat, Muhammad Al-Ghazali, Hassan Al-Bana, Abdurrahman Wahid, dsb ke dalam rumah perenungan dia. Perbedaan-perbedaan yang bertubi-tubi merasuki alam pikirannya itu membuatnya semakin sadar, bahwa perbedaan NU-Muhammadiyah itu tidak sampai seujung kuku perbedaan-perbedaan aliran pemikiran dalam dunia yang nyata.

Mungkin karena pada saat itu dia sudah merasa cukup terpukul dengan kesalahan fanatisme perbedaan NU-Muhammadiyah pada saat SMA, kali ini dia mengambil sudut yang berbeda. Diambilnya sudut empatik untuk memahami setiap aliran. Tasawuf mengajarkan untuk mencintai semua makhluk. binatang, tumbuhan, bahkan orang kafir sekalipun harus dicintai sebagai perwujudan rahmatan li -l‘alamin. Filsafat mengajarkan untuk senantiasa mencari kebenaran, menggigit dengan gigi taring setiap kebenaran yang kita yakini, namun pada saat itu juga sibuk mencari kebenaran yang lebih hakiki. Pemikiran para cendekiawan mengajarkan untuk selalu berusaha mempersatukan hati, tenaga, dan sumber daya umat dalam satu kekuatan yang padu.

Maka kembali ke dalam diri kita-lah segalanya terpulang. Ingin memegang teguh kebenaran seperti si anak kecil yang selalu menyalahkan semua yang ‘berbeda’ dengan yang biasanya (atau yang dia yakini), atau kita membuka diri dan menerbangkan diri ke dalam cakrawala pemikiran yang seluas semesta.

Sayyid Jamaaluddin Al-Afghani, menurut kang Jalal dalam Islam Aktual, semua orang memperebutkan beliau. Orang Afgan paling merasa memiliki beliau, sebab dari namanya saja Al-Afghani. Orang Iran pun mengklaim, sebab orang tuanya seorang Sayyid dari Iran yang jadi imigran di Afganistan. Orang Arab Saudi gak mau ketinggalan, sebab beliau itu belajar dan beraktifitasnya di Mekah dan Medinah. Lantas orang Mesir pun mengklaim juga, sebab kedekatan beliau dengan organisasi Ikhwanul-Muslimin. Yang jelas, orang Syiah, Sunni, mungkin juga Ahmadiyah, mengakui kebesaran Jamaluddin Al Afghani.

Tapi kita dapat juga memilih untuk seperti anak kecil yang fanatik dengan mesjidnya itu. Semua yang berbeda dengan “saya”, tidak sepaham dengan “kelompok saya”, adalah sesat. Kebenaran hanya milik saya dan kelompok saya. Hanya saya dan kelompok saya-lah yang sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah. Yang lain bid’ah.

Wa maa taufiiqii illa billaah…


16 CommentsChronological   Reverse   Threaded
farranasir wrote on Aug 5, '05
menarik. boleh diambil ya...?
alifayogananda wrote on Aug 6, '05
silahkan aja...
semoga bermanfaat...
perjalankan wrote on Aug 8, '05
Semua yang berbeda dengan “saya”, tidak sepaham dengan “kelompok saya”, adalah sesat. Kebenaran hanya milik saya dan kelompok saya. Hanya saya dan kelompok saya-lah yang sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah. Yang lain bid’ah.
Kenapa, ya, pernyataan di atas bisa ke luar, ya? Saya lebih baik begini saja; mengutip kata-kata Ali bin Abi Thalib kw. : "Carilah Kebenaran itu, maka engkau akan tahu siapa-siapa yang berada dalam Kebenaran". Dan itu adalah proses seumur hidup. Dengan begini, dunia akan damai, tidak main gempur sendiri. Bukankah Allah akan cepat menarik orang yang memiliki sifat Rahman Menuju-Nya? Maka Jalan Yyang Itu akan Di Tunjukkan-Nya. Kalau orang tidak pernah mencari Kebenaran, maka sudahlah ... semua yang pernah di terimanya selama ini malah akan menjadi ´waham´ keislamannya, dan semakin memperbesar prasangkanya terhadap yang di lakukan oleh orang lain.
alifayogananda wrote on Aug 9, '05
Kenapa bisa keluar?
Saya jadi ingat seorang kawan saya, Aries, yang kaget ketika mendengar temannya berkata ttg orang miskin: "mereka itu bukannya tidak bisa makan, tetapi nggak mau berusaha mencari makan."
Si Aries nyaris keselek... "Kok masih ada orang yang berfikir seperti itu, ya?"

Tapi bagi saya, hidup ini adalah pilihan. Ada pilihan yang enak, tapi merugikan orang lain. Ada pilihan yang tidak enak, tapi menguntungkan orang lain.
Dan sering kali, orang akan memilih sesuatu yang dapat memberikan rasa tenteram ke dalam hatinya, meskipun itu harus berarti "blaming the victim" ataupun harus merasa benar sendiri.
Itu lazim... meskipun seharusnya manusia tidak seperti itu...
perjalankan wrote on Aug 21, '05
Jurnal `Mengapa Kita Harus Berbeda` dari 1 s/d 3 adalah kisah perjalanan Kak Ali, ya .... wah ...
alifayogananda wrote on Aug 22, '05
ya .... wah ...
apanya yang wah? :p
perjalankan wrote on Aug 22, '05
apanya yang wah? :p
pencariannya sampai ke sana-sana ... mmm ... adakah juga pernah membaca atau mempelajari atau memahami filsafat Yunani dari Plato dan Aristoteles?
perjalankan wrote on Aug 22, '05, edited on Aug 22, '05
Tapi kita dapat juga memilih untuk seperti anak kecil yang fanatik dengan mesjidnya itu. Semua yang berbeda dengan “saya”, tidak sepaham dengan “kelompok saya”, adalah sesat. Kebenaran hanya milik saya dan kelompok saya. Hanya saya dan kelompok saya-lah yang sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah. Yang lain bid’ah.
kalo anak kecil di gambarkan seperti di quote, saya gak mau menjadi anak kecil. Tapi kalo anak kecil di gambarkan sebagai orang yang cepat melupakan ´kenakalan´ temannya, saya sungguh sungguh sungguh ingin menjadi anak kecil. Anak kecil kan kalo main suka berantem, tapi gak lama kemudian segera berdamai dengan temannya dan kemudian sudah tertawa-tawa lagi bermain riang gembira .... gak ada dendam. Betapa damainya ...
alifayogananda wrote on Aug 23, '05
adakah juga pernah membaca atau mempelajari atau memahami filsafat Yunani dari Plato dan Aristoteles?
ada, beberapa sudah saya baca. Lumayan, buat pembanding...
perjalankan wrote on Aug 23, '05
ada, beberapa sudah saya baca. Lumayan, buat pembanding...
Kak Ali, boleh tuh cerita sedikit tentang filsafatnya Plato di jurnal, tapi bahasanya di sederhanakan, ya, biar Wiwik ngerti. Kata orang beliau bagus.
alifayogananda wrote on Aug 24, '05
Kak Ali, boleh tuh cerita sedikit tentang filsafatnya Plato di jurnal, tapi bahasanya di sederhanakan, ya, biar Wiwik ngerti. Kata orang beliau bagus.
wah... gak bisa dikit kalau cerita soal Plato mah...
Bolehlah, nanti sekali-kali kubikinin resume yang jinak-jinak lucu... :p
perjalankan wrote on Aug 24, '05
Bolehlah, nanti sekali-kali kubikinin resume yang jinak-jinak lucu... :p
sangat di tunggu, ya, Kak Ali. semoga bikinnya bagus ... :D. Amin.
alifayogananda wrote on Aug 26, '05
sangat di tunggu, ya, Kak Ali. semoga bikinnya bagus ... :D. Amin.
nah.. bagusnya itu, relatip...!
perjalankan wrote on Aug 26, '05
nah.. bagusnya itu, relatip...!
pokoknya yang bagus ....!
masarcon wrote on May 26, '06
tulisan sampean asik asik mas, seperti berkaca pada danau yang bening.

eniwei, orang arabnya salafi ya, yg nulis dibawah terakhir itu :p
alifayogananda wrote on May 30, '06
tulisan sampean asik asik mas, seperti berkaca pada danau yang bening.

eniwei, orang arabnya salafi ya, yg nulis dibawah terakhir itu :p
Terima kasih.
Aku kelilingi situs sampean, asik juga.
Banyak membuka wacana baru buatku.
Btw, orang arab yang mana, ya?
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help